Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Jangan Ketipu Label Eco-Friendly, Go Greeners: Kantong Kertas Tak Selalu Ramah Lingkungan
Cari Tahu

Jangan Ketipu Label Eco-Friendly, Go Greeners: Kantong Kertas Tak Selalu Ramah Lingkungan

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 12, 2026 11:06 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Seorang perempuan menunjukkan totebag.
Seorang perempuan menunjukkan totebag. (Magnific)
SHARE

Buat kamu yang merasa udah sah jadi agen go green karena modal kantong kertas dan tote bag, kamu perlu gigit jari usai tahu fakta ini.

Daftar isi Konten
  • Perjalanan
  • Kenapa Lebih Buruk?
  • Ada Dasar Ilmiah?
  • Susah Pilih?

Video dari akun TikTok @abangsap_ ramai dibahas setelah mengungkap bahwa kantong kertas belum tentu lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dampaknya justru bisa lebih parah daripada kantong plastik.

Lho, kok bisa?

Jawabannya ada pada konsep Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Siklus Hidup. Kamu harus mengubah cara pandang saat melihat suatu barang. jangan cuma lihat bahannya saja, karena kamu juga harus tahu “perjalanan hidup” barang tersebut.

Dalam video, pembuat konten yang memperkenalkan diri sebagai praktisi lingkungan sekaligus dosen di UGM menjelaskan bahwa menilai suatu produk ramah lingkungan enggak cukup hanya bahan.

Baca juga:
Jalar Karhutla Kian Kritis: Puan Desak Penanganan Satu Kendali dan… Seiring kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin kritis di berbagai…
Pabrik BYD Subang Jadi Mesin Lapangan Kerja, Bidik 20 Ribu… Kehadiran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan…
Tarif Impor Anjlok ke 6,1 Persen, Kanada Buka "Karpet Merah"… Pasar otomotif Kanada semakin terbuka bagi kendaraan yang diproduksi di China. Mulai…
  • Jalar Karhutla Kian Kritis: Puan Desak Penanganan Satu Kendali dan Hentikan Siklus…
  • Pabrik BYD Subang Jadi Mesin Lapangan Kerja, Bidik 20 Ribu Karyawan
  • Tarif Impor Anjlok ke 6,1 Persen, Kanada Buka "Karpet Merah" bagi Mobil…

Perjalanan

Hal yang dihitung adalah seluruh “perjalanan hidup” produk, seperti pengambilan bahan baku, proses produksi, penggunaan energi dan air, distribusi, sampai akhirnya menjadi sampah.

Artinya, sebuah produk yang kelihatannya lebih ramah lingkungan belum tentu benar-benar punya dampak paling kecil bagi bumi.

Selama ini publik menganggap plastik sebagai “musuh lingkungan”. Padahal, menurut pendekatan LCA, persoalan utama bukan semata-mata material plastik, melainkan pengelolaan sampah setelah dipakai.

Plastik memiliki beberapa keunggulan. Bahannya ringan, proses produksinya relatif lebih hemat energi, dan biaya distribusi juga lebih efisien lantaran bobotnya lebih rendah dibandingkan banyak material lain.

Dengan kata lain, kalau dilihat dari sisi produksi, plastik tidak selalu menjadi pilihan dengan dampak lingkungan paling buruk.

Kenapa Lebih Buruk?

Nah, ini yang bikin banyak orang bilang, “mind blown.”

Guna membuat kantong kertas, industri pulp dan kertas membutuhkan air dalam jumlah sangat besar. Proses produksinya juga mengonsumsi energi lebih banyak dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi dibandingkan pembuatan kantong plastik dengan fungsi yang sama.

Jadi, mengganti plastik dengan kertas belum tentu otomatis bikin jejak lingkungan lebih kecil. Bisa saja dampaknya hanya berpindah, dari persoalan sampah plastik menjadi penggunaan air, energi, dan emisi karbon.

Ada Dasar Ilmiah?

Fakta ini ternyata bukan sekadar opini di medsos aja. Menurut laporan Life Cycle Assessment of Grocery Bags yang diterbitkan Danish Environmental Protection Agency pada 2018 menemukan bahwa kantong plastik LDPE memiliki dampak lingkungan yang relatif rendah untuk satu kali penggunaan. 

Sementara itu, tas belanja berbahan katun perlu digunakan berulang kali hingga ribuan kali agar dampak lingkungannya setara. Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Cleaner Production. Studi tersebut menyebut industri pulp dan kertas membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar selama proses manufaktur.

Penelitian dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura menunjukkan bahwa pada wilayah dengan sistem pengelolaan sampah yang baik, kantong plastik dalam kondisi tertentu justru memiliki dampak pemanasan global yang lebih rendah dibandingkan kantong kertas maupun tas katun.

Susah Pilih?

Jawabannya enggak sesimpel memilih plastik atau kertas. Para peneliti justru menyarankan agar publik fokus pada kebiasaan menggunakan barang secara bijak. Pakai seperlunya, gunakan berulang kali selama masih layak, lalu pastikan sampahnya dibuang dan dikelola dengan benar.

Intinya, jangan gampang ketipu sama label “eco-friendly“. Produk yang terlihat hijau belum tentu punya dampak lingkungan paling kecil kalau dilihat dari seluruh siklus hidupnya.

Jadi, lain kali sebelum ikut tren karena dianggap lebih ramah lingkungan, coba cek dulu faktanya. Karena menjaga bumi ternyata bukan soal ikut-ikutan ganti bahan, tapi soal publik menggunakan dan mengelola barang dengan lebih bertanggung jawab.

Kalau menurut kamu, gimana? Setelah tahu fakta ini, masih yakin kantong kertas selalu lebih ramah lingkungan daripada plastik?

Baca juga:
Dana ASR Jangan Jadi Beban Negara, PWYP Desak Penguatan RUU… Koalisi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia meminta ketentuan pemulihan lingkungan pascaoperasi…
Borgol Plastik Polri Dianggarkan Rp24 Miliar, Netizen Langsung Roasting: Murah… Biasanya, borgol identik dengan benda berbahan besi yang digunakan polisi untuk memborgol…
Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno merespons perihal program Motor…
  • Dana ASR Jangan Jadi Beban Negara, PWYP Desak Penguatan RUU Migas
  • Borgol Plastik Polri Dianggarkan Rp24 Miliar, Netizen Langsung Roasting: Murah Banget!
  • Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China

Tag:Go GreenindustriKertasLingkunganplastikTote Bag
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Debat. (sumber: Pexels/Gustavo Fring)
Cari Tahu

3 Cacat Logika yang Sering Muncul di Debat, Pernah Nggak Sih Kamu Ikutan?

Pernah nggak sih kamu lagi debat sama orang di kolom komentar, awalnya…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
3 hari lalu
Sejumlah pekerja membersihkan badan pesawat Airbus A320 milik Citilink dari abu vulkanik yang diparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Cari Tahu

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat? Ini Risiko yang Bisa Bikin Bandara Ditutup

Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sejumlah anak menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Cari Tahu

Anak Krakatau Erupsi, Pemerintah Ingatkan Kabar Tsunami Jangan Ditelan Mentah

Dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, 6 September…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
5 hari lalu
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
Cari Tahu

September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tinggi karena berada di…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up