Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / 490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi
Ekonomi Bisnis

490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 31, 2026 4:39 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 bulan lalu
Share
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah,
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/sgd)
SHARE

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyoroti pemetaan yang dilakukan pemerintah, kepada 490 pemerintah daerah (Pemda) yang membutuhkan tambahan anggaran, setelah dilakukan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Pemda mengaku alami kesulitan fiskal untuk membayar gaji ASN hingga membiayai pelayanan dasar.

Daftar isi Konten
  • Pemda Tak Efisien
  • Kontraktor Daerah Sulit Bersaing
  • Resentralisasi Menuju Desentralisasi

Syafruddin menilai kebijakan pemerintah memangkas TKD memunculkan gejala sentralisasi fiskal dalam bentuk baru. Alih-alih memperkuat efisiensi anggaran, langkah tersebut justru melemahkan perputaran ekonomi di wilayah.

Ketika pemerintah pusat mengurangi TKD, mengumpulkan kembali ruang fiskal, lalu membelanjakannya melalui program kementerian di berbagai wilayah, daerah tetap menjadi lokasi pembangunan, tetapi kehilangan kendali atas anggaran, desain proyek, waktu pelaksanaan, dan pelaku usaha yang menerima kontrak. Otonomi akhirnya menyisakan tanggung jawab pelayanan tanpa kewenangan fiskal yang seimbang,”

ujar Syafruddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga:
Ribuan Bobotoh Banjiri GBLA, Persib Dapat Suntikan Gila Jelang Duel… Ribuan Bobotoh memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis, 10 September…
Identitas Pelaku Terkuak, Satgas Cartenz Buru Pembantai Pegawai Dinas Pertanian… Satgas Operasi Damai Cartenz memburu pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten…
Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah rupanya terlibat…
  • Ribuan Bobotoh Banjiri GBLA, Persib Dapat Suntikan Gila Jelang Duel Panas Lawan…
  • Identitas Pelaku Terkuak, Satgas Cartenz Buru Pembantai Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya
  • Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan

Pemda Tak Efisien

Menurutnya, pemerintah kerap beralasan pengurangan ruang fiskal daerah diperlukan karena masih banyak Pemda yang tidak efisien, boros, dan rawan korupsi. Namun, Syafruddin menilai alasan itu tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar menarik kembali kewenangan fiskal daerah.

Pemerintah perlu membuktikan melalui data bahwa belanja pusat benar-benar lebih efisien setelah menghitung kualitas proyek, kesesuaian dengan kebutuhan lokal, keterlambatan pelaksanaan, konsentrasi kontrak, dan kebocoran pendapatan keluar daerah,”

tuturnya.

Dia menilai, belanja pemerintah pusat di daerah tidak selalu memberikan dampak ekonomi yang sama dengan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pasalnya, jika proyek dikelola oleh pemerintah daerah maka kontraktor lokal memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan, membeli bahan baku dari pemasok setempat, menyerap tenaga kerja lokal, serta menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)

Kontraktor Daerah Sulit Bersaing

Namun, ketika tender dipusatkan di pusat dengan persyaratan modal, pengalaman, jaminan, dan skala paket nasional. Maka kontraktor daerah sulit bersaing, karena sering hanya menjadi subkontraktor dengan margin kecil sedangkan laba dan keputusan usaha tetap berada di kantor pusat perusahaan besar. 

Kondisi ini menjelaskan keluhan lama Kadin daerah bahwa proyek hadir di wilayah mereka, tetapi kesempatan usaha justru menjauh dari pelaku lokal,”

terangnya.

Di samping itu, Syafruddin mengatakan pemerintah pusat juga masih memiliki kewajiban membayar Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar sekitar Rp70 triliun kepada ratusan daerah.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pusat tidak cukup mengantisipasi hubungan antara pengurangan transfer, likuiditas APBD, belanja pembangunan, dan sirkulasi ekonomi lokal. Daerah kemudian melindungi gaji dengan memangkas proyek, pemeliharaan, layanan publik, serta pembayaran kepada kontraktor,”

terangnya.
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Resentralisasi Menuju Desentralisasi

Maka dari itu, Syafruddin meminta agar pemerintah mengubah pendekatan kebijakan dari resentralisasi menuju desentralisasi berbasis kinerja.

Dia menilai, pemerintah pusat perlu menjamin kepastian besaran dan waktu penyaluran TKD, menyelesaikan kewajiban pembayaran DBH, serta memberikan sanksi terhadap daerah yang tidak efisien berdasarkan evaluasi masing-masing daerah, bukan melalui kebijakan yang berlaku umum.

Pemerintah perlu mengoreksi kebijakan melalui desentralisasi berbasis kinerja, bukan resentralisasi berbasis stigma. Pusat harus menjaga kepastian jumlah dan waktu TKD, membayar DBH yang telah menjadi hak daerah, serta menghukum inefisiensi berdasarkan bukti per daerah,”

tekannya.
Baca juga:
Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang… Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…
Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta… Direktur Utama I.League Ferry Paulus meminta agar seluruh pihak ikut menjaga agar…
BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus… Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi sistem pelaksanaan…
  • Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program
  • Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta Jakmania Jangan…
  • BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus Berulang
Tag:apbdASNBerita Pentingefisiensi anggaranPemdaSentralisasi FiskalTKDTransfer ke Daerah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi emas global dan Antam.
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu

Harga emas global bertahan di dekat level terendah dalam sepekan pada perdagangan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (jas hitam) dalam pertemuan.
Ekonomi Bisnis

Pertamina Target Pangkas 118 Perusahaan Tahun Ini, Birokrasi Tak Boleh Gemuk

Tahun ini PT Pertamina (Persero) menargetkan penyederhanaan terhadap 118 perusahaan untuk mengurangi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
11 jam lalu
Ilustrasi harga minyak dunia naik karena konflik Timur Tengah.
Ekonomi Bisnis

Timur Tengah Kembali Bikin Pasar Waswas, Harga Brent Tembus US$ 108 per Barel

Harga minyak naik di atas US$100 per barel pada hari Jumat. Kenaikan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
11 jam lalu
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

IHSG Anjlok 1,02 Persen, Investor Wajib Waspada Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Jumat, 11 September 2026.…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up