Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 12 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Dissenting Opinion Hakim Kasus Ira Puspadewi cs
Hukum

Dissenting Opinion Hakim Kasus Ira Puspadewi cs

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: November 26, 2025 9:57 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
10 bulan lalu
Share
Sidang putusan kasus korupsi PT ASDP Indonesia
Sidang putusan kasus korupsi PT ASDP Indonesia (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom)
SHARE

Putusan perkara tindak pidana korupsi terkait akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang melibatkan mantan Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi M. Yusuf Hadi,dan Harry MAC diwarnai perbedaan pendapat atau dissenting opinion dari Ketua Majelis Hakim, Sunoto.

Dalam transkrip dissenting opinion yang dimuat dalam Putusan Perkara Nomor: 68/Pid-Sus-TPK/2025/Jkt.Pst, Hakim Sunoto berpendapat bahwa perbuatan para terdakwa terbukti dilakukan, namun perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Sebaliknya, tindakan tersebut dianggap sebagai keputusan bisnis (business judgment) yang dilindungi oleh Business Judgment Rule (BJR).

Berdasarkan asas in dubio pro reo dan Pasal 191 ayat (2) KUHAP, Hakim Sunoto menyatakan para terdakwa seharusnya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging).

Sebelum mempertimbangkan terpenuhi tidaknya unsur-unsur tindak pidana, perlu dipahami perbedaan mendasar antara Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 2 memfokuskan pada perbuatan memperkaya diri yang bersifat berorientasi pada hasil, yang ditekankan adalah akibat berupa pengayaan yang terjadi.

Sementara Pasal 3 memfokuskan pada tujuan menguntungkan yang bersifat berorientasi pada niat, menekankan maksud pelaku sejak awal melakukan perbuatan dalam konteks pembuktian Pasal 2 dapat dipenuhi dengan menunjukkan adanya hasil yang terjadi secara faktual.

Sedangkan untuk Pasal 3 harus dibuktikan bahwa sejak awal pelaku berniat untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Bahwa Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 1544K/Pid.Sus/2012, telah menegaskan bahwa di dalam tindak pidana korupsi harus dibuktikan adanya niat atau maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Bukan sekedar adanya akibat kerugian negara.

Pertanyaan fundamental yang perlu dijawab adalah apabila Para Terdakwa tidak mendapat keuntungan apapun baik langsung maupun tidak langsung, tidak ada hubungan keluarga atau bisnis dengan Saksi Adjie, tidak menerima suap atau gratifikasi. Lalu apa motivasi mereka untuk dengan sengaja merugikan negara lebih dari Rp1 triliun dan menanggung resiko pidana penjara?”

Sunoto.

Sunoto melanjutkan, tidak masuk akal secara logika hukum maupun pengalaman kehidupan bahwa seorang yang akan dengan sengaja melakukan kejahatan berat yang berisiko hukuman penjara tanpa mendapat keuntungan apa pun.

Hakim Sunoto menyoroti ketiadaan total motif ekonomi dan niat jahat (mens rea) sebagai indikator kuat bahwa ini bukan tindak pidana korupsi, antara lain:

  1. Tanpa keuntungan pribadi: Saksi Adjie, pemilik PT Jembatan Nusantara Group, bersaksi bahwa ia tidak pernah memberikan uang, barang, atau fasilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada para terdakwa terkait Kerja Sama Usaha (KSU) maupun akuisisi. Bahkan, Harry MAC menolak tawaran handphone dan batik, sementara Ira Puspadewi menolak fasilitas penjemputan dan kamar hotel;
  2. Tiada benturan kepentingan: Terbukti para terdakwa, termasuk Ira Puspadewi, tidak memiliki saham di PT Jembatan Nusantara, tidak menerima komisi suap/gratifikasi, dan tidak memiliki hubungan keluarga atau bisnis pribadi dengan Saksi Adjie di luar konteks PT ASDP;
  3. Iktikad baik terbukti: Para terdakwa menunjukkan keseriusan dengan menunjuk 7 konsultan profesional independen untuk melakukan uji tuntas (due diligence) komprehensif dengan total biaya mencapai Rp11 miliar hingga Rp11,2 miliar;
  4. Negosiasi harga: Para terdakwa juga berhasil menurunkan harga akuisisi dari penawaran awal Saksi Adjie sebesar Rp1,6 triliun menjadi Rp1,272 triliun, yang menunjukkan upaya melindungi kepentingan PT ASDP.

Dissenting opinion juga secara fundamental meragukan perhitungan kerugian negara yang diajukan, seperti:

  1. Lembaga tidak berwenang: Hakim mencermati bahwa Tim Akuntansi Forensik KPK yang melakukan penghitungan tidak termasuk dalam kategori lembaga yang berwenang menurut Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA);
  2. BPKP menolak menghitung: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menolak untuk melakukan penghitungan kerugian negara ketika dikonfirmasi oleh KPK, yang dinilai sebagai penilaian profesional bahwa perkara ini sulit dipisahkan dari keputusan bisnis yang tidak optimal;
  3. Audit BPK: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan pada Maret 2023 dengan kesimpulan bahwa pengelolaan investasi PT ASDP telah sesuai dengan peraturan. BPK hanya menemukan temuan administratif sebesar Rp4,8 miliar, yang berbeda lebih dari 260 kali lipat dari perhitungan tim KPK sebesar Rp1,2 triliun;
  4. Cacat metodologi: Metodologi yang digunakan untuk penilaian kapal dinilai cacat karena menggunakan pendekatan berbasis aset (going concern), padahal kapal faktanya laik laut dan masih beroperasi menghasilkan pendapatan, tapi dinilai dengan harga besi tua.

Oleh karena itu perbuatan para terdakwa terbukti dilakukan, namun perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana karena merupakan keputusan bisnis yang dilindungi oleh Business Judgment Rule dan unsur-unsur tindak pidana tidak terpenuhi. Maka berdasarkan Pasal 191 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana para terdakwa seharusnya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum atau onslag van alle rechtsvervolging,”

Hakim Sunoto.

Kasus ini bisa dibandingkan dengan Putusan Mahkamah Agung dalam perkara yang melibatkan Karen Agustiawan (mantan Dirut Pertamina) yang juga melakukan akuisisi.

Kasus ASDP dinilai memiliki fakta yang terlebih mendukung diterapkannya BJR, karena uji tuntas dilakukan secara komprehensif, persetujuan diperoleh lengkap, dan hasil bisnis menunjukkan pencapaian positif, berbanding terbalik dengan kasus Karen yang hasil akuisisinya murni merugi.

Tag:asdpDissenting Opinionira puspadewiMajelis HakimSunoto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Dirdik Jampidsus Saiful Bahri Siregar saat konferensi pers perkara dugaan penyerobotan lahan milik Inhutani V oleh PT PSMI. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Hukum

Uang Sitaan PT PSMI Disimpan di Rekening BSI Jampidsus Kejagung, Dirdik: Tak Ada Bunga

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang Rp1.003.184.000.000 dan uang US$166.000 dari kasus dugaan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
1 hari lalu
Kejagung menyita uang Rp1 triliun dan 166.000 Dolar Amerika dari kasus penyerobotan lahan milik Inhutani oleh PT PSMI. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Hukum

Serobot Lahan Inhutani V, Uang Rp1 Triliun Disita Kejagung dari PT PSMI

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan kerugian negara akibat penyerobotan lahan Inhutani V oleh…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
1 hari lalu
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah jalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan pencucian uang.
Hukum

Kasus Febrie Siap ke Meja Hijau, Kejagung Klaim Alat Bukti Pemerasan Sudah Cukup

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengisyaratkan perkara dugaan kasus korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
1 hari lalu
Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Febrie Adriansyah (tengah) tiba di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Hukum

Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan

Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah rupanya terlibat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?