Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan
Hype

Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 7, 2026 10:30 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 bulan lalu
Share
Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea
Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea (Foto: laman National Museum of Asian Art)
SHARE

Berbagai negara di dunia memiliki tradisi untuk merayakan musim panen sebagai bentuk rasa syukur, termasuk Korea Selatan.

Daftar isi Konten
  • Mengenal Chuseok
  • Sejarah Singkat
  • Tradisi yang Dilakukan
  • Makanan Khas Chuseok

Di negara tersebut, masyarakat mengenal Chuseok, sebuah hari raya yang menjadi salah satu perayaan paling penting setiap tahunnya.

Chuseok tidak hanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga, tetapi juga waktu untuk menghormati leluhur, menikmati hasil panen, dan melestarikan berbagai tradisi yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

Berikut pengertian Chuseok beserta sejarah dan tradisi yang masih dijalankan hingga sekarang.

Dilansir dari laman National Museum of Asian Art, simak penjelasan berikut tentang tradisi Chusoek

Mengenal Chuseok

Chuseok merupakan hari raya tradisional yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan kedelapan dalam kalender lunar atau kalender bulan. Karena bertepatan dengan bulan purnama terbesar di musim gugur, Chuseok juga dikenal sebagai Festival Bulan Purnama (Mid-Autumn Festival) atau sering disebut Korean Thanksgiving.

Baca juga:
Kasus Covid-19 Naik di Korea Selatan, Penjualan Masker dan Alat… Tanda-tanda peningkatan infeksi Covid-19 di Korea Selatan mulai terlihat dalam aktivitas masyarakat.…
Korea Selatan Kepincut Bisnis Kesehatan di Indonesia, Delapan Institusi Medis… Pemerintah Kota Bucheon, Korea Selatan (Korsel) mulai agresif membidik peluang bisnis dan…
4 Orang Hilang di Jeju Ditemukan Meninggal, Polisi Diduga Tutup… Dalam kurun tiga hari, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Pulau…
  • Kasus Covid-19 Naik di Korea Selatan, Penjualan Masker dan Alat Tes Kembali…
  • Korea Selatan Kepincut Bisnis Kesehatan di Indonesia, Delapan Institusi Medis Korsel Jajaki…
  • 4 Orang Hilang di Jeju Ditemukan Meninggal, Polisi Diduga Tutup Kasus Tanpa…

Tradisi ini juga sekaligus menjadi momen mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen. Tidak hanya dirayakan sebagai hari libur nasional, Chuseok juga menjadi waktu bagi keluarga untuk berkumpul, mengenang leluhur, dan menikmati berbagai hidangan khas yang dibuat dari hasil panen baru.

Sejarah Singkat

Tradisi Chuseok telah berlangsung selama lebih dari 2.000 tahun dan diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Silla. Pada masa itu, sebagian besar masyarakat Korea bekerja sebagai petani sehingga musim panen menjadi waktu yang sangat penting.

Merdang Merdam, Tradisi Panen Suku Karo yang Dulu Jadi Ajang Cari Jodoh

Nama lain Chuseok adalah Hangawi, yang berarti “hari besar di pertengahan musim gugur”. Setelah panen selesai, masyarakat berkumpul untuk mengucapkan syukur atas hasil bumi sekaligus menghormati para leluhur yang diyakini telah memberikan berkah bagi keluarga.

Hingga kini, Chuseok tetap menjadi salah satu hari raya terbesar di Korea Selatan bersama Seollal atau Tahun Baru Imlek Korea.

Tradisi yang Dilakukan

  • Charye, Upacara Penghormatan Leluhur

Pada pagi hari Chuseok, keluarga melaksanakan charye, yaitu upacara penghormatan kepada leluhur. Mereka menata meja persembahan yang berisi nasi, buah-buahan, minuman, serta berbagai makanan yang dibuat dari hasil panen.

  • Mengunjungi dan Membersihkan Makam Leluhur

Setelah upacara selesai, banyak keluarga mengunjungi makam leluhur atau seongmyo. Mereka juga melakukan beolcho, yaitu membersihkan rumput dan area sekitar makam sebagai bentuk bakti kepada anggota keluarga yang telah meninggal.

  • Berkumpul Bersama Keluarga

Seperti tradisi mudik di Indonesia, masyarakat Korea juga pulang ke kampung halaman saat Chuseok. Mereka menghabiskan waktu bersama keluarga besar, menikmati hidangan khas, serta mempererat hubungan antargenerasi.

Karena jutaan orang melakukan perjalanan pada waktu yang sama, Chuseok menjadi salah satu periode dengan arus mudik terbesar di Korea Selatan.

Makanan Khas Chuseok

Salah satu makanan yang identik dengan Chuseok adalah songpyeon, yaitu kue beras berbentuk setengah bulan yang dibuat dari tepung beras hasil panen baru. Songpyeon biasanya diisi dengan wijen manis, kacang merah, kacang hijau, atau kastanye, kemudian dikukus di atas daun pinus sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Pembuatan songpyeon juga menjadi tradisi keluarga. Pada malam sebelum Chuseok, anggota keluarga berkumpul untuk membuat kue ini bersama-sama.

Selain berkumpul bersama keluarga, masyarakat Korea juga memiliki tradisi memberikan hadiah kepada kerabat, teman, maupun rekan kerja sebagai bentuk rasa terima kasih.

Hadiah yang diberikan umumnya berupa buah premium, daging sapi berkualitas, produk kesehatan, minyak goreng, perlengkapan mandi, hingga makanan tradisional.

Hingga kini, Chuseok tetap menjadi salah satu hari raya paling penting di Korea Selatan. Selain menjadi waktu untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga, perayaan ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat Korea terus melestarikan tradisi serta nilai-nilai penghormatan kepada leluhur.

Tag:Budaya KoreaChuseokKorea SelatanTradisi Panen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi memakai antiperspirant
Hype

TES ARTIKEL 2

GA'IOGHARAIHGAEIGHA'H NBFIAHAIOFAOEFHPAF OBGAEOFBAIOFBAP NOAHFAOIFHAEOFAHO MFPOADJFAEFJJ-0QA J-A9EFJAFJ= [OA[ODFMA[OFJA= /-0975321

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
9 jam lalu
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
Hype

Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta jadi pencemar atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Ampas Tebu Disulap Jadi Pasir Kucing.
Hype

Mahasiswa UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing, Bisa Pantau pH Urine!

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi pasir kucing berbahan dasar…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Ilustrasi lumut.
Hype

Sering Dibersihkan karena Dianggap Mengganggu, Ternyata Lumut Punya Lima Manfaat Ini

Lumut kerap dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Pertumbuhannya di lantai, tembok, batu, hingga…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?