Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 12 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Bahaya PM2.5 di Balik Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh
Kesehatan

Bahaya PM2.5 di Balik Kabut Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 26, 2026 5:13 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 minggu lalu
Share
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.)
SHARE

Kabut asap yang muncul saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa berbagai polutan yang dapat berdampak pada kesehatan.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu PM2.5?
  • Bahaya PM2.5
  • Mengurangi Paparan PM2.5
  • Harus Waspada

Salah satunya adalah PM2.5, partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Ketika konsentrasi PM2.5 di udara meningkat, masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak karhutla dapat lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Paparan ini perlu diwaspadai karena partikel ini dapat mencapai bagian paru-paru yang lebih dalam.

Karena itu, memahami apa itu PM2.5 dan bahayanya menjadi penting, terutama ketika kabut asap karhutla mulai menyelimuti suatu wilayah. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI (21 Agustus 2024), berikut penjelasannya.

Baca juga:
Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Deodorant dan Antiperspirant Ketiak berkeringat dan mengeluarkan bau tidak sedap bisa membuat seseorang merasa kurang…
Karhutla Ancam Orang Utan, Populasi Tapanuli Tersisa 716-800 Ekor Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera tidak hanya mengancam…
Otorita IKN Pastikan Karhutla di Tol Balsam dan Bukit Tengkorak… Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…
  • Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Deodorant dan Antiperspirant
  • Karhutla Ancam Orang Utan, Populasi Tapanuli Tersisa 716-800 Ekor
  • Otorita IKN Pastikan Karhutla di Tol Balsam dan Bukit Tengkorak Padam

Apa Itu PM2.5?

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya bahkan jauh lebih kecil dibandingkan diameter rambut manusia. Karena sangat kecil, PM2.5 dapat melayang di udara dan terbawa angin.

Partikel ini juga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru. Yang perlu diwaspadai, PM2.5 tidak selalu terlihat. Jadi, udara yang tampak jernih belum tentu bebas dari partikel tersebut.

Bahaya PM2.5

Ketika terhirup, PM2.5 dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan berbagai keluhan seperti batuk, tenggorokan tidak nyaman, mata perih, hingga sesak napas.

Paparan juga dapat memperburuk kondisi orang yang memiliki asma atau penyakit paru. Sementara dalam jangka panjang, paparan polusi partikulat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Mengurangi Paparan PM2.5

Paparan PM2.5 saat karhutla tidak selalu dapat dihindari, tetapi risikonya bisa dikurangi dengan beberapa langkah berikut:

  • Pantau kualitas udara, bukan hanya melihat apakah langit tampak berkabut.
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau aktivitas fisik berat saat kualitas udara memburuk.
  • Gunakan respirator seperti N95 jika harus beraktivitas di luar ruangan dan pastikan terpasang rapat.
  • Tutup pintu dan jendela ketika asap mulai masuk ke dalam rumah.
  • Gunakan air purifier dengan filter HEPA jika tersedia untuk membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.
  • Siapkan ruang dengan udara lebih bersih, terutama untuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
  • Hindari sumber asap tambahan di dalam rumah, seperti rokok, vape, pembakaran sampah, dan dupa.
  • Waspadai gejala kesehatan, seperti batuk, mata perih, mengi, atau sesak napas. Jika keluhan semakin berat, segera cari pertolongan medis.
  • Cegah karhutla sejak awal dengan tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan kebakaran yang ditemukan.

Karhutla bukan hanya membuat langit berkabut dan jarak pandang menurun. Partikel sangat kecil seperti PM2.5 juga dapat ikut masuk ke udara yang kita hirup. Karena itu, mengurangi paparan asap menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan.

Harus Waspada

Semua orang sebaiknya mengurangi paparan asap karhutla. Namun, risikonya perlu lebih diperhatikan pada anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit paru kronis, dan penyakit jantung. Pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan juga perlu lebih berhati-hati.

Karhutla Kalteng Kembali Membara, Asap Ancam Warga hingga Sekolah Libur

Paparan dapat meningkat ketika seseorang berada di lingkungan berasap dalam waktu lama atau melakukan aktivitas fisik berat. Karena itu, ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan perlindungan pernapasan.

Karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Jangan abaikan kabut asap dan bau terbakar di sekitar kita. Kenali kualitas udara, lindungi pernapasan, dan tetap hati-hati terhadap risiko karhutla.

Tag:Kabut AsapKalimantanKarhutlaKesehatan Tubuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tele-Robotic Surgery Pertama di Indonesia
Kesehatan

Dokter Bisa Operasi dari Jarak 1.000 Km, Tele-Robotic Surgery Pertama di Indonesia

Teknologi tele-robotic surgery memungkinkan dokter melakukan pembedahan dari lokasi yang berbeda dengan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sejumlah pekerja membawa ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan gerobak untuk disalurkan ke sekolah, di Sangkurio, Mamuju, Sulawesi Barat
Kesehatan

Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Tenaga kesehatan merawat bayi yang baru dilahirkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Senin (17/8/2026).
Kesehatan

Abu Vulkanik Turun, Ini Cara Jemur Bayi Tanpa Perlu Keluar Rumah

Kebiasaan menjemur bayi di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara ketika lingkungan sekitar…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
3 hari lalu
Ilustrasi seorang balita bersama ibunya
Kesehatan

Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog

Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, B.Med., M.D.,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?