Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Paradoks Batu Bara RI: Produksi Melimpah, PLN Tetap Kelimpungan Cari Pasokan
Ekonomi Bisnis

Paradoks Batu Bara RI: Produksi Melimpah, PLN Tetap Kelimpungan Cari Pasokan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 19, 2026 6:45 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
SHARE

Kesulitan PT PLN (Persero) memperoleh pasokan batu bara kalori sedang dinilai bukan semata-mata akibat keterbatasan produksi nasional. Padahal, Indonesia merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.

Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai persoalan tersebut muncul karena adanya ketidaksesuaian antara jenis batu bara yang diproduksi, dengan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.

Paradoks ini sebenarnya klasik, kita kaya batu bara, tapi tidak semua jenis batu bara sesuai kebutuhan domestik, khususnya spesifikasi PLTU PLN yang banyak dirancang untuk medium calorific coal,”

kata Ronny pada Owrite, Jumat, 19 Juni 2026.
Baca juga:
Minyak Makin Panas, ICP Agustus 2026 Tembus US$89,43 per Barel Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) melonjak US$7,75 per…
PLN Siapkan Pembangkit Khusus 4 MW untuk MotoGP Mandalika 2026 PT PLN (Persero) menyiapkan pembangkit dengan total daya mampu pasok 4 megawatt…
Indonesia Gelar Karpet Merah, 100 Lebih Blok Migas Ditawarkan ke… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan lebih dari 100 blok…
  • Minyak Makin Panas, ICP Agustus 2026 Tembus US$89,43 per Barel
  • PLN Siapkan Pembangkit Khusus 4 MW untuk MotoGP Mandalika 2026
  • Indonesia Gelar Karpet Merah, 100 Lebih Blok Migas Ditawarkan ke Rusia

Produsen Fokus ke Batu Bara Kalori Tinggi

Produksi batu bara. (Sumber: Dok. ESDM)
Produksi batu bara. (Sumber: Dok. ESDM)

Menurut Ronny, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pasokan batu bara kalori sedang untuk PLN menjadi terbatas. Pertama, banyak produsen yang lebih berfokus memproduksi batu bara kalori tinggi maupun rendah sesuai permintaan pasar ekspor.

Kedua, insentif ekonomi yang lebih besar di pasar internasional membuat perusahaan tambang cenderung mengalokasikan produksi terbaiknya untuk kebutuhan ekspor.

Perusahaan cenderung mengalokasikan produksi terbaiknya ke pasar ekspor yang lebih menguntungkan,”

ujarnya.

Selain itu, masalah logistik dan kontraktual juga menjadi tantangan. Ronny menilai tidak semua pasokan domestik didukung kontrak jangka panjang yang kuat sehingga rentan terganggu ketika terjadi gejolak di pasar global.

Di sisi lain, Ronny menilai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang selama ini diterapkan pemerintah pada dasarnya telah memiliki tujuan yang tepat untuk menjamin kebutuhan batu bara dalam negeri. Namun, implementasinya dinilai belum sepenuhnya efektif.

DMO secara konsep sudah benar, menjamin pasokan dalam negeri. Tapi implementasinya belum sepenuhnya efektif. Masalahnya bukan di policy intent, tapi di enforcement dan design,”

ujarnya.

Harga DMO Terlalu Rendah

Ia menjelaskan, harga DMO yang ditetapkan jauh di bawah harga pasar menjadi salah satu penyebab kebijakan tersebut belum berjalan optimal. Kondisi itu, membuat produsen menghadapi insentif ekonomi yang lebih rendah ketika memasok kebutuhan domestik dibandingkan pasar ekspor.

Ketika harga DMO jauh di bawah harga pasar, maka secara alami akan muncul compliance fatigue dari produsen. Jadi DMO berjalan, tapi tidak optimal dalam menjamin kualitas dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan PLN,”

beber Ronny.

Selain itu, menurut dia, perbaikan desain dan pengawasan pelaksanaan DMO menjadi kunci agar kebijakan tersebut mampu menjamin ketersediaan pasokan batu bara yang sesuai kebutuhan PLN secara berkelanjutan.

Baca juga:
Gejolak Perang di Dunia Ancam APBN, Subsidi Energi Diperkirakan Jebol… Gejolak geopolitik global akibat perang di berbagai kawasan dunia mulai menjadi perhatian…
Gunung Ungaran Dibidik Jadi PLTP 55 MW, ESDM: Proyek Masih… Pemerintah menegaskan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah…
Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Masih Dikaji, Bahlil Tak Mau Salah… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan…
  • Gejolak Perang di Dunia Ancam APBN, Subsidi Energi Diperkirakan Jebol Rp300 Triliun
  • Gunung Ungaran Dibidik Jadi PLTP 55 MW, ESDM: Proyek Masih Tahap Eksplorasi
  • Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Masih Dikaji, Bahlil Tak Mau Salah Sasaran
Tag:Batu baraDMOESDMPLNPLTU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi emas global dan Antam.
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu

Harga emas global bertahan di dekat level terendah dalam sepekan pada perdagangan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (jas hitam) dalam pertemuan.
Ekonomi Bisnis

Pertamina Target Pangkas 118 Perusahaan Tahun Ini, Birokrasi Tak Boleh Gemuk

Tahun ini PT Pertamina (Persero) menargetkan penyederhanaan terhadap 118 perusahaan untuk mengurangi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
12 jam lalu
Ilustrasi harga minyak dunia naik karena konflik Timur Tengah.
Ekonomi Bisnis

Timur Tengah Kembali Bikin Pasar Waswas, Harga Brent Tembus US$ 108 per Barel

Harga minyak naik di atas US$100 per barel pada hari Jumat. Kenaikan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
13 jam lalu
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

IHSG Anjlok 1,02 Persen, Investor Wajib Waspada Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Jumat, 11 September 2026.…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?