Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Asal Usul Croissant, Roti Bulan Sabit yang Menjadi Ikon Kuliner Prancis
Hype

Asal Usul Croissant, Roti Bulan Sabit yang Menjadi Ikon Kuliner Prancis

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 31, 2026 10:42 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 minggu lalu
Share
Ilustrasi croissant
Ilustrasi croissant (Foto: Unsplash/Mahyar Motebassem)
SHARE

Croissant menjadi salah satu makanan yang identik dengan kuliner Prancis. Roti berbentuk bulan sabit dengan tekstur berlapis dan renyah di bagian luar ini kerap disajikan sebagai menu sarapan atau pendamping kopi.

Daftar isi Konten
  • Mengenal Croissant
  • Bulan Sabit
  • Renyah Berlapis

Namun, di balik popularitasnya, croissant ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan tidak sepenuhnya berasal dari Prancis. Seperti apa asal usul croissant hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Prancis?

Mengenal Croissant

Melansir dari laman Institute of Culinary Education (ICE), asal usulnya dikaitkan dengan kipferl, yakni roti tradisional Austria berbentuk bulan sabit yang dibuat dari adonan beragi.

Bentuknya sekilas mirip croissant, tetapi kipferl memiliki tekstur dan cara pembuatan yang berbeda dari croissant modern.

Salah satu legenda Austria menyebutkan bahwa roti tersebut dibuat untuk merayakan kemenangan atas Kesultanan Utsmaniyah dalam Pertempuran Wina.

Baca juga:
Manggleng, Si Camilan Singkong Khas Jawa yang Gurih dan Pedas… Singkong menjadi salah satu bahan pangan yang banyak diolah menjadi makanan tradisional…
Tempura, Makanan Serba Goreng Khas Jepang yang Menggugah Selera Tempura menjadi salah satu kuliner khas Jepang yang dikenal hingga berbagai negara.…
Resep Ayam Goreng Bawang Putih yang Gurih dan Kriuk, Cocok… Ayam goreng bawang putih bisa menjadi pilihan menu makan siang yang sederhana,…
  • Manggleng, Si Camilan Singkong Khas Jawa yang Gurih dan Pedas Manis
  • Tempura, Makanan Serba Goreng Khas Jepang yang Menggugah Selera
  • Resep Ayam Goreng Bawang Putih yang Gurih dan Kriuk, Cocok Jadi Menu…

Bentuk bulan sabitnya dipercaya merujuk pada simbol yang terdapat pada bendera Utsmaniyah.

Dikenal di Prancis

Hubungan croissant dengan Prancis mulai semakin kuat pada abad ke-19. Salah satu tokoh yang berperan dalam perjalanan ini adalah August Zang, pengusaha asal Austria yang membuka toko roti bergaya Wina di Paris pada 1839.

Toko tersebut memperkenalkan masyarakat Paris pada berbagai produk roti dan pastry khas Wina, termasuk kipferl.

Popularitas produk-produk tersebut kemudian mendorong para pembuat roti Prancis untuk mengadaptasi dan mengembangkan resepnya sesuai dengan tradisi pembuatan pastry di Prancis.

Kisah yang juga sering beredar menyebutkan bahwa Marie Antoinette, ratu kelahiran Austria, membawa kipferl ke Prancis setelah menikah dengan Louis XVI.

Bulan Sabit

Istilah croissant sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti “bulan sabit”. Kata tersebut mulai muncul dalam catatan kuliner pada pertengahan abad ke-19.

Pada tahap ini, croissant tidak lagi sekadar dikenal sebagai roti yang berasal dari tradisi Austria, tetapi mulai berkembang menjadi bagian dari budaya pastry Prancis.

Renyah Berlapis

Croissant yang dikenal saat ini memiliki ciri khas berupa lapisan-lapisan tipis yang renyah di bagian luar dan ringan di bagian dalam. Karakter tersebut dihasilkan melalui teknik lamination atau laminasi.

Dalam teknik ini, mentega dilipat berulang kali ke dalam adonan sehingga terbentuk banyak lapisan tipis. Ketika dipanggang, air dalam mentega menghasilkan uap yang membantu memisahkan lapisan-lapisan adonan. Hasilnya adalah tekstur croissant yang mengembang, berongga, dan renyah.

Perkembangan penting dalam pembuatan croissant terjadi pada 1915. Baker asal Prancis, Sylvain Claudius Goy, menerbitkan resep yang dianggap sebagai salah satu resep awal croissant Prancis.

Resep Custard Bun Lembut dan Lumer, Camilan Manis untuk Long Weekend

Berbeda dari adonan biasanya, Goy menggunakan adonan beragi yang dilaminasi. Teknik inilah yang semakin mendekati bentuk croissant modern.

Ikon Kuliner Prancis

Seiring berkembangnya teknik pembuatan, croissant semakin melekat dengan kehidupan kuliner Prancis. Bentuknya yang khas, tekstur berlapis, serta rasa mentega membuatnya populer sebagai menu sarapan dan pendamping kopi.

Pada 1981, Sara Lee Corporation mengembangkan metode pembekuan adonan croissant sehingga adonan dapat dikirim dan dipanggang sesuai kebutuhan.

Inovasi tersebut membantu membuat croissant semakin mudah ditemukan di toko dan dapur komersial.

Kini, croissant tidak hanya hadir dalam bentuk klasik. Berbagai negara mengembangkan versinya sendiri dengan tambahan cokelat, keju, krim, kacang, hingga berbagai isian lainnya.

Meskipun akar sejarahnya berkaitan dengan Austria, croissant tetap menjadi salah satu pastry yang paling kuat diasosiasikan dengan kuliner Prancis.

Tag:CroissantkulinerPrancisRoti
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi memakai antiperspirant
Hype

TES ARTIKEL 2

GA'IOGHARAIHGAEIGHA'H NBFIAHAIOFAOEFHPAF OBGAEOFBAIOFBAP NOAHFAOIFHAEOFAHO MFPOADJFAEFJJ-0QA J-A9EFJAFJ= [OA[ODFMA[OFJA= /-0975321

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
7 jam lalu
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
Hype

Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta jadi pencemar atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Ampas Tebu Disulap Jadi Pasir Kucing.
Hype

Mahasiswa UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing, Bisa Pantau pH Urine!

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi pasir kucing berbahan dasar…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Ilustrasi lumut.
Hype

Sering Dibersihkan karena Dianggap Mengganggu, Ternyata Lumut Punya Lima Manfaat Ini

Lumut kerap dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Pertumbuhannya di lantai, tembok, batu, hingga…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up