Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Filosofi Rumah Adat Tongkonan, Warisan Budaya Masyarakat Toraja
Hype

Filosofi Rumah Adat Tongkonan, Warisan Budaya Masyarakat Toraja

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: September 1, 2026 12:03 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 minggu lalu
Share
Rumah Tongkonan
Rumah Tongkonan (Foto: unsplash Marc St)
SHARE

Rumah adat Tongkonan menjadi salah satu warisan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan.

Daftar isi Konten
  • Rumah Adat Tongkonan
  • Menghadap ke Utara
  • Ciri Khas Arsitektur
  • Fungsi Tiap Ruang
  • Ornamen Sarat Makna
  • Filosofi Bangunan

Bangunan ini memiliki bentuk arsitektur yang khas dengan atap menyerupai tanduk kerbau serta berbagai ornamen yang memiliki makna tertentu.

Namun, Tongkonan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga menjadi simbol kekerabatan, identitas, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Toraja.

Apa filosofi yang tersimpan di balik rumah adat Tongkonan, melansir dari laman Visit Indonesia, simak penjelasan berikut.

Rumah Adat Tongkonan

Rumah adat Tongkonan merupakan salah satu arsitektur tradisional yang menjadi identitas masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan.

Bangunan ini memiliki bentuk yang khas dengan atap melengkung menyerupai perahu atau tanduk kerbau serta dihiasi ukiran tradisional.

Baca juga:
Sulsel Juara Umum Kejurnas Karate Gojukai 2026, Borong 44 Emas… Kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Nasional atau…
Sade Terbakar, Warisan Budaya Sasak Dipertaruhkan Kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok…
Kenapa Jenazah di Toraja Tidak Langsung Dimakamkan? Berikut Tradisi Rambu… Selain dikenal dengan kekayaan alamnya, Indonesia juga dikenal dengan beragam suku dan…
  • Sulsel Juara Umum Kejurnas Karate Gojukai 2026, Borong 44 Emas dan Ungguli…
  • Sade Terbakar, Warisan Budaya Sasak Dipertaruhkan
  • Kenapa Jenazah di Toraja Tidak Langsung Dimakamkan? Berikut Tradisi Rambu Solo yang…

Nama Tongkonan berasal dari kata tongkon yang berarti “duduk”, kemudian mendapat akhiran -an yang bermakna tempat.

Penamaan tersebut berkaitan dengan fungsi Tongkonan pada masa lampau sebagai tempat masyarakat berkumpul, duduk bersama, dan bermusyawarah.

Menghadap ke Utara

Pembangunan Tongkonan biasanya diikuti dengan upacara syukuran yang disebut Mangrara Banua, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur.

Salah satu hal yang menarik dari Tongkonan adalah orientasi bangunannya yang menghadap ke utara.

Menurut Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, arah tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Toraja terhadap Puang Matua atau Yang Mahakuasa yang diyakini berada di bagian utara.

Ciri Khas Arsitektur

Tongkonan merupakan rumah panggung yang dibangun di atas tiang-tiang kayu. Struktur tersebut membantu melindungi bangunan dari kelembapan tanah dan kondisi lingkungan.

Mengenal Rumah Bolon, Rumah Adat Sumatera Utara yang Khas

Bagian atap menjadi ciri yang paling mudah dikenali karena bentuknya menyerupai perahu terbalik atau tanduk kerbau.

Bentuk tersebut juga kerap dikaitkan dengan kisah perjalanan leluhur masyarakat Toraja yang datang menggunakan perahu.

Bangunan Tongkonan umumnya menggunakan bahan-bahan seperti kayu lokal dan bambu, meskipun pada beberapa bangunan modern digunakan seng sebagai material atap. Dindingnya dihiasi berbagai ukiran khas Toraja yang dikenal sebagai passura’.

Fungsi Tiap Ruang

Selain bentuk bangunannya, Tongkonan memiliki pembagian ruang berdasarkan fungsi. Bagian depan atau lantang digunakan untuk menerima tamu dan menjadi tempat keluarga berkumpul atau bermusyawarah.

Ruang tengah yang disebut sali digunakan sebagai ruang keluarga dan tempat beristirahat, sedangkan bagian belakang atau ba’batuan dapat digunakan sebagai dapur maupun tempat penyimpanan.

Bagian kolong rumah juga memiliki fungsi tersendiri. Area tersebut secara tradisional dapat digunakan untuk memelihara hewan ternak, terutama babi dan kerbau yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial dan upacara adat masyarakat Toraja.

Ornamen Sarat Makna

Daya tarik utama Tongkonan terletak pada ukiran yang memenuhi bagian dinding bangunan. Ukiran tersebut dikenal dengan istilah passura’.

Motifnya tidak dibuat sekadar untuk memperindah rumah, tetapi menjadi media untuk menyampaikan pesan, nilai, dan sejarah masyarakat Toraja.

Ornamen lain yang sering ditemukan adalah kabongo, yaitu patung atau kepala kerbau yang ditempatkan pada bagian depan Tongkonan.

Kerbau memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Toraja sehingga keberadaannya pada Tongkonan turut mencerminkan kehormatan.

Filosofi Bangunan

Tongkonan menyimpan filosofi yang mencerminkan cara masyarakat Toraja memandang keluarga, leluhur, lingkungan, dan kehidupan sosial.

1.   Simbol kebersamaan dan kekerabatan.

2.  Penghormatan kepada leluhur.

3.  Identitas dan martabat keluarga.

4.  Keharmonisan dengan alam.

Tongkonan menjadi media untuk mempertahankan pengetahuan budaya. Nilai-nilai adat, sejarah keluarga, seni ukir, serta berbagai tradisi dapat diwariskan melalui keberadaan Tongkonan dari generasi ke generasi.

Keberadaan Tongkonan juga menjadikannya salah satu daya tarik wisata budaya di Sulawesi Selatan.

Arsitektur yang unik dan tradisi masyarakat Toraja membuat kawasan Tongkonan banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mengenal kebudayaan lokal secara langsung.

Tag:Rumah Adat TongkonanSulawesi SelatanTorajaWarisan Budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi memakai antiperspirant
Hype

TES ARTIKEL 2

GA'IOGHARAIHGAEIGHA'H NBFIAHAIOFAOEFHPAF OBGAEOFBAIOFBAP NOAHFAOIFHAEOFAHO MFPOADJFAEFJJ-0QA J-A9EFJAFJ= [OA[ODFMA[OFJA= /-0975321

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
5 jam lalu
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
Hype

Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta jadi pencemar atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Ampas Tebu Disulap Jadi Pasir Kucing.
Hype

Mahasiswa UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing, Bisa Pantau pH Urine!

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi pasir kucing berbahan dasar…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Ilustrasi lumut.
Hype

Sering Dibersihkan karena Dianggap Mengganggu, Ternyata Lumut Punya Lima Manfaat Ini

Lumut kerap dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Pertumbuhannya di lantai, tembok, batu, hingga…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up