Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Disuruh Berbakti pada Orang Tua yang Pernah Menyakiti: Bagaimana Nasib Mental Anak?
Hype

Disuruh Berbakti pada Orang Tua yang Pernah Menyakiti: Bagaimana Nasib Mental Anak?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 3, 2026 4:43 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 minggu lalu
Share
Ilustrasi berbakti pada orang tua
Ilustrasi berbakti pada orang tua (Foto: Pexels/Vlada Karpovich)
SHARE

Pernah kebayang nggak sih kalau suatu saat nanti, kamu harus merawat orang tua yang dulunya pernah meninggalkan luka atau trauma di masa kecilmu?

Daftar isi Konten
  • Kekerasan Masa Kecil
  • Trauma Masa Kecil

Di satu sisi kamu ada rasa tanggung jawab sebagai anak, tapi nggak dapat dipungkiri kalau hati kecilmu akan berteriak setiap kamu berinteraksi dengan mereka.

Mungkin bayangan-bayangan kekerasan ataupun kenangan buruk lainnya dari masa lalumu muncul dan menghantuimu.

Psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati lewat akun TikTok pribadinya, @yuli.depth.ofc. membahas pengalaman merawat orang tua yang pernah menyakiti anak, baik secara emosional maupun fisik.

Baca juga:
Tak Sekadar Bermain, Ini Manfaat Grounding untuk Anak Anak-anak kini semakin banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik untuk belajar,…
Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini… Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…
Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup… Psikolog Meity Arianty merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa asing…
  • Tak Sekadar Bermain, Ini Manfaat Grounding untuk Anak
  • Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog
  • Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup 1–2 Jam

Menurut Yuli, sebagai seorang anak tetap bisa memilih merawat orang tua mereka sebagai bentuk bakti, tapi kita tidak perlu untuk pura-pura seolah luka masa lalu itu nggak pernah ada.

Bakti tidak berarti harus menyangkal luka,”

tulisnya dalam unggahan tersebut.

Artinya, menjadi anak yang berbakti bukan berarti kamu harus memaksa dirimu untuk melupakan segala pengalaman buruk yang pernah kamu alami.

Justru, mengakui bahwa diri sendiri pernah terluka, merupakan langkah terbaik untuk memahami emosi yang muncul sekarang.

Kekerasan Masa Kecil

Dalam penjelasannya, Yuli juga membagikan kisah seorang kliennya yang berusia 27 tahun yang mengaku kembali teringat pengalaman kekerasan masa kecilnya saat merawat sang ayah yang sudah sepuh.

Kenangan itu ternyata bukan cuma meninggalkan rasa sakit secara fisik, tapi juga luka mental yang masih terasa sampai dewasa.

Hindari Marahi Anak di Lima Waktu Ini demi Kesehatan Mental dan Perkembangannya

Situasi seperti ini memang bisa terasa rumit banget. Ketika orang tua sudah nggak berdaya dan membutuhkan bantuan, seorang anak mungkin tetap ingin menjalankan kewajibannya.

Tapi di saat yang sama, pengalaman masa lalu ini ternyata menghantui dan memunculkan rasa marah, sedih, kecewa, bahkan terpaksa.

Akibatnya, merawat orang tua bukan cuma melelahkan secara fisik, tapi juga menguras energi seluruh emosi. Perasaan seperti itu bukan berarti kamu anak yang tidak berbakti.

Kamu bisa saja mencintai seseorang sekaligus mengakui bahwa ada bagian dari dirimu yang pernah terluka karenanya. Dua hal ini memang bisa muncul bersamaan.

Trauma Masa Kecil

Dalam kontennya, Yuli menyarankan agar perasaan-perasaan tersebut nggak perlu di pendam sendirian. Yuli menyarankan anak yang mengalami trauma masa kecil dan harus merawat orang tuanya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Salah satu cara yang ia bagikan adalah dengan memejamkan mata, mengingat kembali pengalaman yang menyakitkan, lalu mencurahkan semua yang dirasakan kepada Sang Pencipta.

Setelah mengakui rasa sakit itu, Yuli mengajak untuk menyerahkan kondisi yang sedang dihadapi kepada Tuhan dan memohon kemampuan untuk tetap menjalankan bakti kepada orang tua.

Tujuannya bukan untuk menghapus kejadian masa lalu, tapi membantu seseorang menghadapi kondisi sekarang tanpa terus-menerus terbebani konflik batin.

Merawat orang tua memang bisa jadi bentuk kasih sayang dan bakti. Tapi bukan berarti kamu harus menghapus semua luka dan emosi yang ada dalam dirimu.

Kalau luka masa kecil masih terasa kuat, nggak ada salahnya mencari bantuan yang tepat, termasuk ngobrol dengan psikolog atau profesional kesehatan mental.

Sebab, kamu juga berhak punya ruang untuk memahami apa yang sedang dirasakan.

Jadi, merawat orang tua dan merawat diri sendiri bukan dua hal yang harus dipertanyakan mana yang paling diprioritaskan.

Kamu boleh berusaha menjadi anak yang berbakti sambil tetap memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk memulihkan luka yang pernah ada.

Pelan-pelan saja, karena berdamai dengan masa lalu memang nggak selalu selesai dalam satu malam.

Tag:Kesehatan Mental AnakOrang Tua ToxicpsikologTrauma Masa Kecil
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi memakai antiperspirant
Hype

TES ARTIKEL 2

GA'IOGHARAIHGAEIGHA'H NBFIAHAIOFAOEFHPAF OBGAEOFBAIOFBAP NOAHFAOIFHAEOFAHO MFPOADJFAEFJJ-0QA J-A9EFJAFJ= [OA[ODFMA[OFJA= /-0975321

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
5 jam lalu
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
Hype

Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta jadi pencemar atau…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Ampas Tebu Disulap Jadi Pasir Kucing.
Hype

Mahasiswa UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing, Bisa Pantau pH Urine!

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi pasir kucing berbahan dasar…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Ilustrasi lumut.
Hype

Sering Dibersihkan karena Dianggap Mengganggu, Ternyata Lumut Punya Lima Manfaat Ini

Lumut kerap dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Pertumbuhannya di lantai, tembok, batu, hingga…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up