Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Stunting Kudus Tinggal 3 Persen, Pemkab Bidik Angka Nol pada 2030
Kesehatan

Stunting Kudus Tinggal 3 Persen, Pemkab Bidik Angka Nol pada 2030

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
Last updated: September 1, 2026 7:21 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
1 minggu lalu
Share
Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2026).
Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2026). ( ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/bar/foc.)
SHARE

Angka stunting di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini berada di kisaran 3 persen. Capaian tersebut jauh di bawah ambang batas maksimal yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 10 persen.

Daftar isi Konten
  • HPK
  • Gizi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Abdul Hakam mengatakan capaian tersebut menjadi prestasi yang perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap hingga mendekati nol persen.

“Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10 persen. Kami bersyukur Kabupaten Kudus di angka 3 persen. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kami harus maksimalkan. Jadi kami menargetkan secara bertahap di 2027 mencapai 2 persen, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3 persen atau 0,9 persen, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Kami usahakan bersama menembus 0 persen sesuai target Pak Bupati di 2030,”

kata Abdul dalam keterangannya, dikutip pada Selasa, 1 September 2026.
Baca juga:
Walking Pad, Alat Olahraga Ringkas untuk Aktivitas di Rumah: Cocok… Perubahan pola kerja membuat sebagian orang kini dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa harus…
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya bagi… Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukanlah debu biasa, karena abu vulkanik mengandung…
Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap… Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah tidak meremehkan risiko…
  • Walking Pad, Alat Olahraga Ringkas untuk Aktivitas di Rumah: Cocok untuk Teman…
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya bagi Anak hingga…
  • Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap bagi Kelompok…

HPK

Dia berpendapat upaya menekan angka stunting tidak cukup dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dengan pemantauan terhadap kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Abdul menambahkan konsistensi masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan penurunan kasus stunting. Sanitasi yang buruk dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Sanitasi juga penting karena berkaitan dengan kemunculan penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain seperti imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan. Kemudian potensi ada anemia ini cukup berdampak,”

terang dia.

Gizi

Selain sanitasi dan pemantauan tumbuh kembang, ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi, terutama bagi ibu hamil. Salah satu perhatian yang perlu diperkuat adalah pencegahan anemia melalui konsumsi pangan sumber zat besi.

“Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,”

sambung Abdul.

Dengan berbagai intervensi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus optimis target penurunan stunting dapat terus dicapai. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan konsistensi masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi, sanitasi, imunisasi, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.

Baca juga:
Maju Jadi Dirjen WHO, PR Domestik BGS Dinilai Bisa Jadi… Pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan…
BGS Hadapi Pesaing Kuat dalam Perebutan Kursi Dirjen WHO, Dicky:… Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menghadapi tantangan berat dalam upaya meraih…
BGN Kantongi Anggaran 'Raksasa' Rp240 Triliun di 2027, 82 Persen… Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran Rp240,2 triliun pada 2027. Sekira 96,95…
  • Maju Jadi Dirjen WHO, PR Domestik BGS Dinilai Bisa Jadi Bumerang
  • BGS Hadapi Pesaing Kuat dalam Perebutan Kursi Dirjen WHO, Dicky: Tantangannya Berat
  • BGN Kantongi Anggaran 'Raksasa' Rp240 Triliun di 2027, 82 Persen Buat MBG
Tag:AnakGiziHari Pertama KehidupanKabupaten KudusStuntingWHO
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tele-Robotic Surgery Pertama di Indonesia
Kesehatan

Dokter Bisa Operasi dari Jarak 1.000 Km, Tele-Robotic Surgery Pertama di Indonesia

Teknologi tele-robotic surgery memungkinkan dokter melakukan pembedahan dari lokasi yang berbeda dengan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sejumlah pekerja membawa ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan gerobak untuk disalurkan ke sekolah, di Sangkurio, Mamuju, Sulawesi Barat
Kesehatan

Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Tenaga kesehatan merawat bayi yang baru dilahirkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Senin (17/8/2026).
Kesehatan

Abu Vulkanik Turun, Ini Cara Jemur Bayi Tanpa Perlu Keluar Rumah

Kebiasaan menjemur bayi di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara ketika lingkungan sekitar…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 hari lalu
Ilustrasi seorang balita bersama ibunya
Kesehatan

Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog

Epidemiolog sekaligus peneliti di Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, B.Med., M.D.,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?