Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Kericuhan Pejompongan Dikecam, Feri Amsari Soroti Ormas yang Dekat dengan Penguasa
Nasional

Kericuhan Pejompongan Dikecam, Feri Amsari Soroti Ormas yang Dekat dengan Penguasa

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: September 4, 2026 11:30 am
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 minggu lalu
Share
Demo ricuh di depan gedung DPR, Senayan.
Demo ricuh di depan gedung DPR, Senayan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
SHARE

Dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kericuhan yang berujung pada meninggalnya warga di Pejompongan, Jakarta Pusat, menjadi ujian bagi konsistensi penegakan hukum. 

Daftar isi Konten
  • Perubahan Peta Ormas
  • Sorotan Publik
  • Bantah Terlibat

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menilai sorotan terhadap salah satu ormas tertentu tidak hanya menyangkut dugaan keterlibatan dalam kekerasan, tetapi juga menguji apakah negara berani menerapkan aturan yang sama terhadap ormas yang memiliki kedekatan politik dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ada yang menarik dengan ormas yang dituduh terlibat dengan pembunuhan warga negara Indonesia yang ada di lokasi demo,”

kata Feri kepada Owrite, Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, posisi ormas dalam dinamika politik nasional menjadi perhatian tersendiri. Hal itu tidak terlepas dari sejarah kedekatan organisasi tersebut dengan Prabowo, serta berbagai pertemuan dan pernyataan dukungan politik yang pernah ditunjukkan kepada Presiden.

Endus “Jalur Gelap” China, Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini

Karena kalau teman-teman tarik beberapa pertemuan dan perjumpaan yang berkaitan dengan ormas, ormas ini mendominasi saat Presiden Prabowo memenangkan pemilu presiden,”

ujarnya.

Perubahan Peta Ormas

Feri menilai, persoalan tersebut perlu dilihat dalam konteks perubahan peta ormas yang memiliki pengaruh di ruang publik.

Dia membandingkannya dengan organisasi yang sebelumnya dituding sering melakukan ancaman dan tindakan represif terhadap masyarakat.

Kemudian ormas ini lebih dominan dibandingkan dengan ormas yang dulu disebut suka melakukan ancaman dan tindakan represif ke masyarakat, ormas itu sudah tersingkir, diganti dengan ormas yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu,”

ungkapnya.

Feri kemudian menyoroti kedekatan simbolik antara ormas tersebut dan Prabowo yang pernah terlihat dalam berbagai materi publikasi organisasi. 

Menurutnya, kemunculan figur ketua umum ormas itu berdampingan dengan foto Presiden menjadi hal yang menarik untuk dicermati, terutama ketika organisasi tersebut kemudian terseret dalam dugaan terkait kericuhan.

Ingat kembali bahwa dalam berbagai poster yang muncul setelah pemenangan Presiden Prabowo, ormas tersebut meletakkan ketua umumnya bergandengan dengan foto Presiden Prabowo. Sesuatu yang menarik,”

jelas Feri.

Feri menambahkan, persoalan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai alasan seorang kepala negara ditampilkan berdampingan dengan pimpinan sebuah ormas dalam materi publikasi organisasi. 

Namun, hubungan politik maupun kedekatan personal tetap harus dibedakan dari pembuktian hukum terhadap suatu tindakan pidana.

Kenapa? Karena ini orang nomor satu, tetapi kemudian di baliho-baliho, di poster-poster terdapat orang yang berdiri bersandingan dengan presiden,”

ucapnya.

Sorotan Publik

Dia menambahkan, posisi Prabowo dalam struktur ormas tersebut juga pernah menjadi sorotan publik. Sejumlah pemberitaan menyebut Prabowo pernah memiliki posisi dalam struktur organisasi tersebut, sementara status tersebut kemudian menjadi polemik setelah adanya pernyataan mengenai pengunduran dirinya dari kepengurusan pada 2022. 

Baca juga:
Komunikasi Pemerintah Tak Bisa Manipulasi Publik, Sekali Tak Jujur Kepercayaan… Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti pentingnya kejujuran dalam komunikasi pemerintah…
Istana Diingatkan Jangan Serang Lawan Politik Secara Frontal, Bisa Jadi… Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti cara Istana menghadapi pihak-pihak yang…
Saat Bencana Melanda, Presiden Tak Cukup Tangani Teknis tapi Bisa… Presiden Prabowo Subianto dinilai belum optimal menjalankan peran sebagai the Comforter in…
  • Komunikasi Pemerintah Tak Bisa Manipulasi Publik, Sekali Tak Jujur Kepercayaan Bisa Runtuh
  • Istana Diingatkan Jangan Serang Lawan Politik Secara Frontal, Bisa Jadi Bumerang
  • Saat Bencana Melanda, Presiden Tak Cukup Tangani Teknis tapi Bisa Hibur Rakyat

Karena itu, aspek struktural tersebut perlu dibedakan dengan hubungan politik yang tetap terlihat antara Prabowo dan ketua umum ormas tersebut.

Padahal ini orang nomor satu di republik ini. Lalu kenapa presiden rela fotonya disandingkan? Kalau dilihat struktur, ternyata presiden adalah bagian dari struktur organisasi ini sebagai penasihat atau apa pun itu,”

tegasnya.

Feri melanjutkan, persoalan tersebut menjadi semakin menarik apabila dibandingkan dengan perlakuan negara terhadap organisasi lain. 

Dia mempertanyakan apakah aturan terhadap ormas akan diterapkan secara konsisten apabila organisasi yang disorot memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

Jadi cukup menarik. Hal yang kontras terjadi, berbeda sekali dengan berbagai organisasi kriminal, organisasi mafia di beberapa negara,”

terangnya.

Feri menilai, kedekatan pejabat publik dengan organisasi yang dituding memiliki karakter kekerasan seharusnya menjadi perhatian serius, terlebih jika nantinya aparat menemukan bukti keterlibatan organisasi tertentu dalam tindak pidana. Namun, dia menekankan bahwa tudingan tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.

Jarang sekali pejabat publik berani berdekatan dengan organisasi kemasyarakatan yang di negara luar disebut organisasi mafia atau kelompok terorganisir,”

pungkasnya.

Sementara itu, dugaan keterlibatan ormas tertentu itu dalam kematian warga di Pejompongan masih menjadi persoalan yang harus dibuktikan aparat penegak hukum. 

Bantah Terlibat

Terkait kericuhan yang terjadi di Pejompongan beberapa hari lalu, ormas GRIB Jaya ikut terseret dan disebut-sebut ikut terlibat. Melalui Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, membantah keterlibatan anggotanya dan menyatakan massa mereka tidak sampai ke kawasan Pejompongan.

Bantahan tersebut juga menegaskan bahwa GRIB tidak terlibat terkait tewasnya Bambang Setiawan, seorang pedagang cermin, dalam kericuhan tersebut. Menurutnya, peristiwa di Pejompongan berbeda dengan kejadian di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, saat Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Risario Marshal turun dari mobil dan membubarkan massa.

Terkait kejadian di Slipi dan sekitarnya, isu kematian, dan isu pemukulan yang ada di Pejompongan, itu adalah dua hal yang berbeda. Ketika kami dianggap seolah-olah menghalangi demokrasi dan aspirasi masyarakat, itu sangat salah,”

ujarnya, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Wilson, Hercules turun ke lokasi di Slipi sekitar pukul 22.00-23.00 WIB untuk membubarkan massa yang disebutnya melakukan perusakan, bukan peserta demonstrasi.

Dijelaskannya, Hercules dan anggota GRIB Jaya tidak sampai ke wilayah Pejompongan karena tertahan di wilayah Slipi dan sekitar Polres Jakarta Barat lama di Jalan S Parman. Wilson juga membantah dugaan bahwa anggota GRIB Jaya melakukan pemukulan terhadap seorang pelajar bernama Faturrohman (18) di Pejompongan.

Ketua Umum dan massa tidak bisa tembus sampai ke Pejompongan karena areanya tertahan di Slipi dan Polres Jakarta Barat yang lama (di Jalan S Parman). Oleh karenanya, mengaitkan kematian itu dengan GRIB sangat salah dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya,”

ucap Wilson.
Tag:Dibunuh Gribferi amsariGrib Jayaormas GRIBpembunuhanpolisiWarga Pejompongan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto, bertemu dengan anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas agenda bidang kehutanan dan pertambangan, di kediaman pribadinya
Nasional

Istana “Disentil” Aktivis: Pemerintah Kehilangan Harapan, Akhirnya Jual Teori Konspirasi

Aktivis Rindra Danantara, menyoroti pola komunikasi pemerintah dengan publik di era Presiden…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
7 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Nasional

RUU Reforma Agraria Disiapkan, DPR Bidik Tiga Masalah Besar: Tanah, Konflik, dan Petani Gurem

Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria DPR RI menyebut…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
Nasional

Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima pewarta foto dan tiga awak kapal…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
8 jam lalu
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
Nasional

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas

Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Kampung Muliama,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up