Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / PDIP Kritik MBG di 2027 Dapat Rp232,5 Triliun: Dari Awal Rumit, Hanya Program Follow Money
Nasional

PDIP Kritik MBG di 2027 Dapat Rp232,5 Triliun: Dari Awal Rumit, Hanya Program Follow Money

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: September 4, 2026 5:19 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 minggu lalu
Share
Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peninjauan operasional oleh gubernur Sultra di SPPG Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peninjauan operasional oleh gubernur Sultra di SPPG Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026). ( ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj.)
SHARE

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengkritik keras desain manajemen program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menilai arah perubahan di bawah kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono belum terlihat jelas. Edy mengatakan persoalan BGN sejak awal memang rumit.

Saya melihat masalahnya dari awal rumit, Pak. Rumit. Siapapun yang memimpin ini akan mengalami kesulitan karena masalah desain dari awal,”

kata Edy dalam rapat dengar pendapat dengan BGN, dikutip dari YouTube Parlemen Tv pada Jumat, 4 September 2026.

Edy menyoroti hal ini karena BGN mengelola anggaran yang sangat besar. Dari anggaran 2027, BGN mendapatkan pagu Rp240,20 triliun. Sebanyak Rp232,50 triliun di antaranya dialokasikan untuk MBG.

Baca juga:
Kocak! Jam Konsumsi MBG Sudah Lewat, tapi Siswa Ini Masih… Di Instagram, tengah viral video seorang siswa yang sedang menyantap makanan dari…
Kasus Febrie Siap ke Meja Hijau, Kejagung Klaim Alat Bukti… Kejaksaan Agung (Kejagung) mengisyaratkan perkara dugaan kasus korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah…
Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang… Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…
  • Kocak! Jam Konsumsi MBG Sudah Lewat, tapi Siswa Ini Masih Asik Makan:…
  • Kasus Febrie Siap ke Meja Hijau, Kejagung Klaim Alat Bukti Pemerasan Sudah…
  • Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program

Namun, besarnya anggaran itu dinilai belum diiringi desain manajemen strategis yang mampu menjelaskan arah program ke depan. Edy bahkan menyebut pola yang terlihat justru seperti program yang mengikuti uang.

Nah, kekhawatiran saya hari ini. Saya melihat presentasi Pak Kepala BGN belum menunjukkan satu desain konstruksi manajemen strategis yang hebat. Malah ini hanya program follow money, Pak. Bukan money follow program,”

ujarnya.
Baca juga:
Keracunan MBG Tak Cukup Disanksi Administratif, PBHI Desak Investigasi hingga… Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Badan Gizi…
Bukan Cuma Numpang Tempat, BGN Sewa Graha Merah Putih Telkom… COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengatakan…
BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus… Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi sistem pelaksanaan…
  • Keracunan MBG Tak Cukup Disanksi Administratif, PBHI Desak Investigasi hingga Rantai Pengawasan
  • Bukan Cuma Numpang Tempat, BGN Sewa Graha Merah Putih Telkom di Atas…
  • BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus Berulang

Edy meminta Sudaryono memanfaatkan 100 hari pertama kepemimpinannya untuk membangun ulang fondasi pengelolaan MBG. Sudaryono sendiri dilantik sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026.

Menurut Edy, BGN harus menggunakan pendekatan evidence-based policy. Data harus terlebih dahulu dikonstruksi menjadi persoalan, kemudian diterjemahkan menjadi program, baru kebutuhan anggaran ditentukan.

Evidence-based policy itu yang sama; seluruh variabel datanya dikonstruksi menjadi masalah, masalah menjadi program, program baru kemudian menjadi anggaran, lalu dipayungi dengan regulasi yang handal,”

katanya.
21 Badan Usaha Disegel Terkait Karhutla, Anggota DPR: Jangan Cuma jadi Tindakan Simbolik

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar publik dapat memahami alasan di balik setiap kebijakan dan penggunaan anggaran MBG.

Terlebih, menurutnya, masyarakat memiliki kemampuan untuk menilai apakah program pemerintah benar-benar memiliki arah yang jelas.

Edy juga meminta BGN memastikan penerima manfaat MBG sesuai dengan tujuan utama program, yakni memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan mengatasi persoalan malnutrisi, terutama stunting.

Jadi, kalau kemudian MBG ini melenceng dari penerima manfaat, maka nggak akan tercapai misi presiden. Indikatornya nanti sulit diukur dan bahkan menimbulkan ketidakadilan sosial,”

ujarnya.

Ia memberi contoh ketidakadilan yang bisa muncul jika sasaran program tidak tepat.

Menurutnya, masyarakat mampu tak semestinya jadi prioritas saat masih banyak masyarakat miskin yang menghadapi persoalan kebutuhan dasar dan kesehatan.

Saya ambil contoh. Orang kaya dikasih makan. Padahal, orang tuanya mampu. Sementara, orang miskin 11 juta orang saat ini bisa jatuh miskin gara-gara dia sakit nggak mampu bayar BPJS. Ini kan persoalan pilihan kan?”

kata Edy.

Selain persoalan desain dan sasaran, Edy menyoroti risiko keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai persoalan tersebut bukan perkara sederhana karena melibatkan rantai pengelolaan makanan dalam skala sangat besar.

Keracunan pasti akan terjadi karena memang variabel-variabel yang menuju pada tata kelola makanan siap saji yang dari awal sudah kita warning,”

ujarnya.

Edy menilai pengelolaan sekitar 27.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sistem pengawasan yang kuat. Ia membandingkannya dengan jumlah puskesmas yang disebut hanya sekitar 10.280 unit.

Puskesmas, Pak, jumlahnya hanya 10.280. SPPG jumlahnya 27.000. Saya bandingkan ngelola satu Puskesmas dengan ngelola satu dapur, lebih rumit satu dapur, Pak,”

katanya.

Ia mengingatkan proses produksi makanan yang dimulai sejak dini hari, keterlibatan relawan, hingga kebutuhan tenaga ahli menjadi tantangan tersendiri.

Menurut Edy, persoalan kompetensi pengelola dapur juga tidak bisa dianggap sepele ketika makanan diproduksi dalam jumlah besar setiap hari.

Mulai jam 2 pagi, orang-orang yang terlibat relawan yang dulu kriterianya hanya asal sehat. Nggak punya pengetahuan sama sekali, ahli gizi belum lulus dipaksa, SPPI muda-muda dipaksa, yang nggak punya background sama sekali mengolah siap saji dengan volume 2000 per hari. Ini sulit, Pak,”

ujarnya.
Baca juga:
PDIP Sentil AHY Jelang 2029: Kerja Keras Kejar Ketertinggalan Survei… PDI Perjuangan (PDIP) menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)…
AHY Singgung Kekuasaan Ada Batas, PDIP Ungkap Kemungkinan Pesan Khusus… Elite PDI Perjuangan (PDIP) membaca pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus…
Kortastipidkor Ungkap Administrasi SPPG Jadi Titik Rawan Dugaan Kebocoran Program… Kortastipidkor Polri mengungkapkan administrasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan titik krusial…
  • PDIP Sentil AHY Jelang 2029: Kerja Keras Kejar Ketertinggalan Survei dari KDM…
  • AHY Singgung Kekuasaan Ada Batas, PDIP Ungkap Kemungkinan Pesan Khusus untuk Prabowo
  • Kortastipidkor Ungkap Administrasi SPPG Jadi Titik Rawan Dugaan Kebocoran Program MBG

Meski melontarkan sederet kritik, Edy menegaskan Komisi IX tetap mendukung program MBG sebagai bentuk intervensi gizi. Ia meminta kritik tersebut dipandang sebagai peringatan agar program berjalan sesuai tujuan dan tidak kehilangan arah.

Jadi, saya ingin mengatakan bahwa Pak Kepala Badan diuji betul. Diuji betul. Dan kami akan support. PDI Perjuangan support. Don’t worry,”

kata Edy.

Edy meminta Sudaryono menggunakan sisa masa 100 hari pertamanya untuk membangun desain manajemen yang lebih matang. Ia berharap setelah itu BGN dapat menunjukkan kepada DPR bagaimana data, program, anggaran, hingga regulasi disusun dalam satu kerangka yang jelas.

Jadi, saya ingin mengatakan bahwa Pak Kepala BGN silahkan punya waktu 100 hari untuk betul-betul dikonstruksi,”

ujarnya.

Tag:BGNMBGPDIPSudaryono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
2
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
3
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
4
Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak
By Rahmat Baihaqi
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto, bertemu dengan anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas agenda bidang kehutanan dan pertambangan, di kediaman pribadinya
Nasional

Istana “Disentil” Aktivis: Pemerintah Kehilangan Harapan, Akhirnya Jual Teori Konspirasi

Aktivis Rindra Danantara, menyoroti pola komunikasi pemerintah dengan publik di era Presiden…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
7 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Nasional

RUU Reforma Agraria Disiapkan, DPR Bidik Tiga Masalah Besar: Tanah, Konflik, dan Petani Gurem

Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria DPR RI menyebut…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Prajurit TNI AL memetakan posisi KRI Kerambit-627 saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026).
Nasional

Susur Selat Sunda Pakai Drone Thermal, SAR Kejar Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima pewarta foto dan tiga awak kapal…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
7 jam lalu
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
Nasional

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas

Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Kampung Muliama,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up